Anak gadis ibu
Ibu, aku tidak ingin tumbuh. Semesta terlihat menyeramkan untukku.
Ibu, aku belum siap untuk melihat dunia. Umurku sudah delapan belas, tapi rasanya seperti baru kemarin aku duduk dipangkuanmu.
Ibu, lihat aku. Anakmu tumbuh menjadi gadis yang tidak ada apa-apanya jika bukan karenamu.
Ibu, doamu sangat membantuku. Air mata yang jatuh dari pelupuk matamu adalah berlian. Jangan sembarang.
Ibu, maaf aku terlalu menyebalkan. Selalu membantah dan tak mau dengar wajenganmu.
Ibu, kelak akan ada seorang pria yang menjemputku. Terimakasih atas segala yang kau kasihi selama hidupku.
Ibu, nantinya aku akan menjadi ibu. Kau selalu jadi panutanku dalam segala hal apapun itu.
Ibu, jangan pernah merasa kesepian. Karena selalu ada ruang untukmu dibenakku.
Ibu, tiga puluh tahun lagi, aku juga akan menua sepertimu. Pelajaran hidup yang kau sematkan, aku mengalami semua itu.
Ibu, ternyata benar katamu. Semesta ini kecil, tidak ada apa-apanya dengan tekadku.
Ibu, terimakasih menjadi ibuku. Kau selalu satu dan hanya akan menjadi yang nomor satu.
Selamat hari ibu.